Don’t late ^_^
Klo anak SD terlambat, dapat nasehat
Klo anak SMP terlambat, dapat nasehat dan nama dicatat didaftar poin pelanggaran
Klo anak SMA terlambat, dapat nasehat, nama dicatat didaftar poin pelanggaran dan dihukum (contoh diminta membersihkan ruangan)
Klo mahasiswa/i terlambat, dilarang mengikuti jam kuliah
Klo pegawai terlambat, dipotong bonus atau gajinya
Klo polisi/tni/sejenis tentara terlambat, dihukum ditempat oleh atasan (seperti push up)
Klo wakil rakyat terlambat, kok nggak dapat hukuman yah ???
Malah mereka secara terang-terangan tak hadir dan anehnya lagi pendapatan mereka full tanpa potongan. Aneh bin ajaib,,,,
Terlambat itu seperti sebuah noktah kegelapan dimana tak bisa dilenyapkan dengan kegelapan yang lain. Bila hal ini terjadi, Justru yang hadir adalah kepekatan. Dibutuhkan secercah cahaya sebagai pengganti. Secercah cahaya itu adalah tiap individu yang mendapatkan hidayah.
Oh andai….
yang menjadi wakil rakyat kami adalah kumpulan cahaya,
tentu kami akan berjalan tenang, tanpa khawatir terjatuh dalam lubang kegelapan. sebagaimana gambaran indah ini :
Dan Kami menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-peminpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami, dan kami wahyukan kepada mereka agar berbuat kebaikan, melaksanakan sholat, dan menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami mereka menyembah (Al-Qur’an Suroh al-Anbiya ayat 73)
Saya ingin di abad ini kembali adanya sosok kholifah umar bin abdul aziz.
Kata beberapa kenalan saya yang suka sejarah: Dulu kala, ia dikenal sebagai seorang kholifah yang langsung introspeksi diri, ketika ada seekor hewan mati karena jalan yang rusak.
Itu bukan karena ia cengeng ataupun melow,kawan, tapi cerminan jiwa wara' nan amanah. Hal ini bisa kita lihat dari ucapan beliau sebelum diangkat jadi kholifah "aku takut, bila nanti ada keledai yang terperosok karena jalan yang rusak, aku akan diminta pertanggung jawabnnya di sisi ALLOH”.. Beliau emang sosok pemimpin yang betul-betul-betul bertanggung jawab... Mudah-mudahan menginspirasi para pemimpin negara kita ke depan dan semoga dalam hening, zaman ini, indonesia masih memiliki jiwa-jiwa ksatria itu. Bukan sihir fatamorgana.
Jadi saya ingin berceloteh :”pantang pulang sebelum coblos” di pemilu tanggal 9 april 2014. Saya tak ingin menyesal dikemudian hari sebab kualitas wakil rakyat di masa depan ditentukan dari pilihan kita dizaman ini.
Klo anak SD terlambat, dapat nasehat
Klo anak SMP terlambat, dapat nasehat dan nama dicatat didaftar poin pelanggaran
Klo anak SMA terlambat, dapat nasehat, nama dicatat didaftar poin pelanggaran dan dihukum (contoh diminta membersihkan ruangan)
Klo mahasiswa/i terlambat, dilarang mengikuti jam kuliah
Klo pegawai terlambat, dipotong bonus atau gajinya
Klo polisi/tni/sejenis tentara terlambat, dihukum ditempat oleh atasan (seperti push up)
Klo wakil rakyat terlambat, kok nggak dapat hukuman yah ???
Malah mereka secara terang-terangan tak hadir dan anehnya lagi pendapatan mereka full tanpa potongan. Aneh bin ajaib,,,,
Terlambat itu seperti sebuah noktah kegelapan dimana tak bisa dilenyapkan dengan kegelapan yang lain. Bila hal ini terjadi, Justru yang hadir adalah kepekatan. Dibutuhkan secercah cahaya sebagai pengganti. Secercah cahaya itu adalah tiap individu yang mendapatkan hidayah.
Oh andai….
yang menjadi wakil rakyat kami adalah kumpulan cahaya,
tentu kami akan berjalan tenang, tanpa khawatir terjatuh dalam lubang kegelapan. sebagaimana gambaran indah ini :
Dan Kami menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-peminpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami, dan kami wahyukan kepada mereka agar berbuat kebaikan, melaksanakan sholat, dan menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami mereka menyembah (Al-Qur’an Suroh al-Anbiya ayat 73)
Saya ingin di abad ini kembali adanya sosok kholifah umar bin abdul aziz.
Kata beberapa kenalan saya yang suka sejarah: Dulu kala, ia dikenal sebagai seorang kholifah yang langsung introspeksi diri, ketika ada seekor hewan mati karena jalan yang rusak.
Itu bukan karena ia cengeng ataupun melow,kawan, tapi cerminan jiwa wara' nan amanah. Hal ini bisa kita lihat dari ucapan beliau sebelum diangkat jadi kholifah "aku takut, bila nanti ada keledai yang terperosok karena jalan yang rusak, aku akan diminta pertanggung jawabnnya di sisi ALLOH”.. Beliau emang sosok pemimpin yang betul-betul-betul bertanggung jawab... Mudah-mudahan menginspirasi para pemimpin negara kita ke depan dan semoga dalam hening, zaman ini, indonesia masih memiliki jiwa-jiwa ksatria itu. Bukan sihir fatamorgana.
Jadi saya ingin berceloteh :”pantang pulang sebelum coblos” di pemilu tanggal 9 april 2014. Saya tak ingin menyesal dikemudian hari sebab kualitas wakil rakyat di masa depan ditentukan dari pilihan kita dizaman ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar